POLEWALI MANDAR – Menyambut semarak bulan suci Ramadan, Ustadz H. Iswan Kurnia Hasan memberikan kajian mendalam mengenai keutamaan sholat Tarawih. Dalam ceramahnya, beliau menekankan bahwa ibadah malam ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sarana utama bagi umat Muslim untuk meraih ampunan dan meningkatkan derajat ketakwaan di sisi Allah SWT.
Kajian ini menarik perhatian ratusan jemaah yang ingin memahami lebih dalam makna spiritual di balik setiap rakaat sholat sunnah muakkad tersebut.
Tarawih sebagai Sarana Penggugur Dosa
H. Iswan Kurnia Hasan menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menjanjikan ampunan dosa bagi siapa saja yang mendirikan sholat malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala. Beliau mengajak jemaah untuk menjaga kualitas sholat, bukan sekadar mengejar kecepatan jumlah rakaat.
Menurut beliau, ketenangan (tuma’ninah) dalam sholat Tarawih menjadi kunci agar pesan-pesan spiritual dalam setiap bacaan ayat suci dapat meresap ke dalam hati. Hal inilah yang akan membentuk karakter seorang Muslim menjadi lebih sabar dan disiplin setelah keluar dari bulan Ramadan.
“Sholat Tarawih adalah hadiah istimewa dari Allah. Janganlah kita menyia-nyiakan kesempatan ini hanya karena rasa malas, karena kita tidak tahu apakah akan menjumpai Ramadan tahun depan,” ujar H. Iswan dalam petikan kajiannya.
Baca Juga:Warga Luwuk Bunter Protes Penanaman PT BSP Tanpa Sosialisasi
Mempererat Silaturahmi Melalui Jamaah
Selain aspek pahala personal, H. Iswan juga menyoroti dimensi sosial dari sholat Tarawih. Berkumpulnya warga di masjid atau mushala menciptakan ikatan silaturahmi yang kuat antar tetangga. Momen ini menjadi waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan tempat tinggal.
Beliau mengingatkan agar jemaah senantiasa memakmurkan masjid dengan niat yang ikhlas. Kehadiran anak-anak di masjid juga harus mendapatkan bimbingan agar mereka mencintai ibadah sejak dini tanpa mengganggu kekhusyukan jemaah lainnya.
Konsistensi Hingga Akhir Ramadan
Pada penutup kajiannya, H. Iswan Kurnia Hasan memberikan tips agar umat Muslim tetap konsisten menjalankan Tarawih hingga akhir bulan. Beliau menyarankan agar setiap individu mengatur pola makan saat berbuka agar tidak merasa kantuk berlebihan saat melaksanakan ibadah malam.
Harapannya, melalui kajian ini, masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan pemahaman yang lebih luas. Semangat Tarawih diharapkan tidak hanya ramai di awal bulan, tetapi terus meningkat hingga mencapai malam kemuliaan Lailatul Qadar.





